SMK Futuhiyyah Mranggen menggelar puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setelah melaksanakan pembacaan Maulid secara rutin selama 12 hari berturut-turut. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan keagamaan sekaligus upaya menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW kepada seluruh siswa.

Selama 12 hari, pembacaan Maulid Nabi dilaksanakan setiap sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Para siswa bersama guru mengikuti rangkaian pembacaan Maulid dan shalawat sebagai pembuka sebelum menjalankan aktivitas belajar di sekolah.

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengawali pembelajaran dengan suasana religius sekaligus mengenal keteladanan Nabi Muhammad SAW. Pembiasaan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah dan memiliki kecintaan terhadap Rasulullah SAW.

Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dihadiri keluarga besar SMK Futuhiyyah. Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMK Futuhiyyah, H. Helmi Wafa, SE., M.Pd.

Dalam sambutannya, H. Helmi Wafa mengajak seluruh siswa untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Nilai-nilai keteladanan Nabi diharapkan dapat diterapkan dalam sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan Dr. Sunan Baidhowi, M.Ag. Beliau merupakan pengasuh pondok di Mranggen sekaligus dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Dalam mauidhoh hasanahnya, Dr. Sunan Baidhowi memberikan penguatan tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW. Para siswa diajak untuk memahami nilai-nilai akhlak Rasulullah dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan.

Peringatan Maulid Nabi di SMK Futuhiyyah menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman. Rangkaian pembacaan Maulid selama 12 hari juga menunjukkan upaya sekolah membangun pembiasaan religius yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran.

Melalui kegiatan tersebut, SMK Futuhiyyah berharap tradisi bershalawat dan semangat meneladani Rasulullah SAW terus tumbuh dalam diri para siswa. Nilai-nilai akhlakul karimah diharapkan dapat tercermin dalam kehidupan di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *