
Semarang. Semangat mencintai alam ditunjukkan para siswa baru SMK Futuhiyyah Mranggen melalui kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Harda Walika, Jatirejo, Kabupaten Semarang, dalam rangka Kemah Penerimaan Tamu Ambalan KH. Hasyim Asy’ari dan Nyai Ageng Ngerang.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda pendidikan karakter yang mengajak peserta didik untuk mengenal pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak dini. Selain mempererat kebersamaan selama kegiatan perkemahan, aksi tersebut juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap bumi dan komitmen untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang.
Puluhan bibit pohon ditanam oleh peserta secara bergotong royong di sejumlah titik kawasan bumi perkemahan. Penanaman dilakukan dengan penuh semangat sebagai simbol kepedulian terhadap alam sekaligus upaya mendukung penghijauan kawasan.
Perwakilan Pengelola Bumi Perkemahan Harda Walika menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan keluarga besar SMK Futuhiyyah Mranggen. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon memberikan manfaat besar bagi kelestarian kawasan perkemahan sekaligus menjadi contoh positif bagi para generasi muda.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMK Futuhiyyah Mranggen yang telah melaksanakan aksi penanaman pohon di kawasan Harda Walika. Semoga pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat bagi lingkungan, serta menjadi amal kebaikan bagi seluruh peserta,” ujarnya.
Kepala SMK Futuhiyyah Mranggen, H. Helmi Wafa, S.E., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan cinta alam merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus ditanamkan kepada seluruh peserta didik. Menurutnya, siswa tidak hanya dibekali kompetensi akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan, memiliki jiwa gotong royong, serta menyadari bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan hari ini akan memberikan dampak besar bagi masa depan bumi,” ungkapnya.
Pembina Pramuka SMK Futuhiyyah menambahkan bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya mengajarkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan kemandirian, tetapi juga menanamkan nilai cinta alam sebagaimana tercantum dalam Dasa Dharma Pramuka. Oleh karena itu, aksi penanaman pohon menjadi implementasi nyata pendidikan kepramukaan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Para peserta saling bekerja sama mulai dari menggali tanah, menanam bibit, hingga menyiram tanaman. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat gotong royong sekaligus memperkuat rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan ini, SMK Futuhiyyah Mranggen berharap para siswa baru tidak hanya memperoleh pengalaman berkemah, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kepedulian terhadap alam yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Aksi sederhana berupa penanaman pohon diharapkan menjadi langkah awal dalam menjaga bumi agar tetap hijau, lestari, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

