
Mranggen, 13 Juli 2026. SMK Futuhiyyah Mranggen resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang dirangkaikan dengan kegiatan pembelajaran awal semester, Senin (13/7). Kegiatan ini diikuti seluruh peserta didik baru sebagai awal pengenalan budaya sekolah, lingkungan belajar, serta pembentukan karakter.
Kepala SMK Futuhiyyah Mranggen, H. Helmi Wafa, S.E., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan memiliki tiga pilihan utama setelah menyelesaikan pendidikan, yaitu bekerja, masuk kuliah, dan berwirausaha atau dikenal dengan konsep BMW.
“Lulusan SMK harus memiliki kompetensi dan karakter sehingga siap memilih jalur bekerja, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, maupun membangun usaha secara mandiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa SMK Futuhiyyah mengembangkan pendidikan vokasi yang memadukan budaya industri dengan nilai-nilai pesantren. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi ciri khas sekolah dalam menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja sekaligus berakhlakul karimah.
“SMK Futuhiyyah menghadirkan suasana belajar yang bernuansa industri dan pondok pesantren. Siswa dibekali kompetensi kejuruan, disiplin kerja, serta pendidikan agama agar mampu menjadi tenaga profesional yang tetap menjaga nilai-nilai Islam,” katanya.
H. Helmi Wafa menambahkan, sejumlah alumni SMK Futuhiyyah telah bekerja di berbagai perusahaan nasional maupun internasional, termasuk di luar negeri. Meski berkarier di lingkungan global, para alumni tetap mampu menjalankan ajaran agama dengan baik dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembukaan MPLS menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, serta berbagai program unggulan SMK Futuhiyyah Mranggen. Sekolah berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti proses pendidikan dengan disiplin, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja, dunia usaha, maupun pendidikan tinggi.


