
SMK Futuhiyyah Mranggen menggelar Rapat Awal Tahun yang dirangkaikan dengan In House Training (IHT), Selasa (30/6/2026), di Ruang Meeting SMK Futuhiyyah. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai langkah awal mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Mengusung tema “Penyusunan Modul Ajar Berbasis Deep Learning” dengan subtema “Mewujudkan Pembelajaran Mendalam, Bermakna, Sadar, dan Menggembirakan”, kegiatan menghadirkan Pengawas Pembina SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Tengah, Ibu Widya Suryani, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber.
Kepala SMK Futuhiyyah, H. Helmi Wafa, S.E., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah siap mengimplementasikan pendekatan pembelajaran berbasis Deep Learning sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, perubahan paradigma pembelajaran harus diikuti dengan peningkatan kompetensi pendidik agar proses belajar mampu membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain kesiapan implementasi Deep Learning, H. Helmi Wafa juga menjelaskan bahwa SMK Futuhiyyah telah melakukan penyetaraan kurikulum bagi peserta didik kelas XII yang akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Langkah tersebut dilakukan agar seluruh kompetensi yang menjadi target pembelajaran dapat diselesaikan secara optimal tanpa mengurangi kualitas proses belajar, sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun asesmen akademik.
Dalam sesi materi, Widya Suryani menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis Deep Learning tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga membangun pemahaman yang mendalam melalui pengalaman belajar yang aktif, reflektif, dan kontekstual.
Ia menekankan pentingnya penerapan konsep Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning dalam setiap proses pembelajaran. Mindful Learning mengajak peserta didik belajar dengan penuh kesadaran, fokus, dan refleksi terhadap materi yang dipelajari. Meaningful Learning mendorong pembelajaran yang relevan dengan pengalaman dan kehidupan nyata sehingga pengetahuan lebih mudah dipahami serta diterapkan. Sementara Joyful Learning menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan mampu meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif peserta didik.
Widya Suryani juga memberikan penguatan mengenai penyusunan modul ajar berbasis Deep Learning. Modul ajar diharapkan mampu mendorong peserta didik melakukan eksplorasi, pemecahan masalah, serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Melalui Rapat Awal Tahun dan In House Training ini, SMK Futuhiyyah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, penyelarasan kurikulum, serta penerapan pembelajaran yang mendalam, bermakna, sadar, dan menggembirakan. Diharapkan, seluruh pendidik memiliki kesiapan yang sama dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis Deep Learning sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
