
Demak – Ribuan jamaah dari berbagai daerah menghadiri Pengajian Umum dan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen dalam rangka memperingati Haul ke-86 KH Abdurrahman bin Qasidil Haq, Sabtu Pahing (30/5/2026). Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendoakan para masyayikh serta keluarga besar Pondok Pesantren Futuhiyyah yang telah wafat.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah ulama terkemuka, di antaranya Rais Syuriah PBNU KH Abdul Ghofur Maimoen, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, para masyayikh, habaib, pengasuh pesantren, tokoh masyarakat, alumni, serta ribuan santri dan jamaah.
Rangkaian acara pembacaan manaqib pendiri Pondok Pesantren Futuhiyyah, KH Abdurrahman bin Qasidil Haq, yang dibacakan oleh KH Salman Tahlawi. Pembacaan manaqib tersebut mengisahkan perjalanan dakwah, perjuangan, dan keteladanan KH Abdurrahman dalam membangun serta mengembangkan pesantren yang hingga kini terus melahirkan generasi penerus bangsa.
Dalam tausiyahnya, KH Abdul Ghofur Maimoen menyampaikan apresiasi atas kiprah Pondok Pesantren Futuhiyyah yang dinilainya sebagai salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Indonesia.
“Futuhiyyah adalah pondok yang penuh barokah. Pondok ini menjadi kebanggaan umat dan juga kebanggaan keluarga besar pesantren. Dari sini lahir banyak ulama dan tokoh yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, termasuk sosok KH Muslih bin Abdurrahman yang sangat membanggakan dan menjadi panutan umat,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Menurut beliau, keberkahan sebuah pesantren tidak hanya terlihat dari jumlah santri, tetapi juga dari keberlanjutan ilmu, akhlak, dan manfaat yang terus dirasakan masyarakat lintas generasi.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah, KH Ahmad Faizurrahman Hanif, menyampaikan bahwa haul merupakan tradisi untuk mengenang, mendoakan, dan meneladani perjuangan para ulama yang telah mengabdikan hidupnya untuk dakwah dan pendidikan Islam.
Pada kesempatan tersebut, KH Ahmad Faizurrahman Hanif juga mengumumkan rencana penyelenggaraan Tawajuhan Akbar dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang insyaallah akan digelar dalam waktu mendatang. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ajang mempererat ukhuwah antarikhwan dan jamaah thariqah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Suasana khidmat menyelimuti seluruh rangkaian acara yang diisi dengan pembacaan tahlil, dzikir, doa bersama, manaqib, serta pengajian umum. Kehadiran para ulama, masyayikh, dan ribuan jamaah menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap para pendiri dan ulama Pondok Pesantren Futuhiyyah.
Peringatan haul tahun ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga mempertegas komitmen Pondok Pesantren Futuhiyyah dalam menjaga tradisi keilmuan, spiritualitas, dan perjuangan dakwah yang telah diwariskan oleh para masyayikh selama puluhan tahun.
